Dalam waktu dekat ini, Kabupaten Purwakarta bakal menggelar acara Carnaval Nyai Pohaci, yang merupakan gerakan bebas prelek pada Jumat 4 Agustus 2017. Acara ini ditarget bisa memecahkan rekor muri. Carnaval Nyai Pohaci akan berlangsung dari rute Patung Egrang – Gedung Kembar pada Pukul 19.30 WIB sampai Selesai.

Prayata sanghyang Sri Dina gelar nyi pohaci Lungsur turun ti wiati Mawa bagja ka jagat bumi Carnaval Nyai Pohaci gerakan perelek beas adalah pawai mengiringi beas (beras) perelek dengan peserta yang memecahkan rekor muri.
“Beas perelek itu sendiri adalah kebiasaan urang Sunda yang dalam kesehariannya selalu menyisihkan beras yang nantinya akan dikumpulkan dan akan diberikan kepada yang membutuhkan. Untuk nama Nyi Pohaci sendiri adalah sebuah mitologi Sunda yang percaya bahwa padi yang nantinya menjadi beras merupakan jelmaan dari nyi pohaci sanghyang sri atau dewi sri,” seperti yang dikutip dari Instagram resmi Kebudayaan dan Pariwisata Purwakarta @kebudayaan_purwakarta.

Sementara itu Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi atau biasa disapa Kang Dedi mengatakan, Purwakarta kaya akan budayanya, salah satunya adalah Nyai Pohaci ini. Untuk itu dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat untuk sama-sama menjaga nilai-nilai budaya yang dimiliki Purwakarta. Ia juga mengajak seluruh masyarakat terutama masyarakat Kabupetan Purwakarta untuk mengikuti dan menyaksikan Carnaval Nyai Pohaci ini.

“Bumi manjing ka langitna, ti langit seah hujana, lembur subur, kota bagja, masjid jeung diri ngahiji, harta geus ngawujud harti, hukum geus ngawujud dalil, nyanding pamingpin ka rakyat, guru saestu, resi sajati, pandita ajeg wiwaha, ucap jeung langkah sarua, pitutur ngawangan subur, ayat ngawujud ka Adam,” kata Kang Dedi Mulyadi. (wyg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here