Beragam cara digulirkan oleh seorang pemimpin atau kepala daerah untuk menyejahterakan warganya. Demikian juga dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Pria yang akrab disapa Kang Dedi itu telah meluncurkan berbagai program kesejahteraan untuk mengentaskan kemiskinan di Purwakarta, khususnya di daerah pedesaan. Salah satunya adalah program Satu Keluarga Satu Usaha atau SAKU.

“Dengan digulirkan program ini, ke depan setiap warga bisa memiliki unit usaha masing-masing sesuai dengan keahliannya,” ujar kang Dedi, beberapa waktu lalu.

Bantuan modal usaha bagi warga yang mengikuti program ini didapat melalui Bantuan Keuangan Desa. Setelah warga mendapatkan bantuan modal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta tak lantas lepas tangan. Pemkab akan terus mengawasi penggunaan modal itu, dan memberikan target pengembangan usaha secara rutin dan berjenjang kepada warga pengguna bantuan dana.

Sebagai tahap awal, program ini akan dimulai pada satu rukun tetangga (RT) dalam satu desa di Purwakarta. Dalam satu RT itu, keluarga-keluarga didorong untuk memiliki unit usaha sesuai keahlian, seperti usaha kuliner, warung atau toko, hingga peternakan.

Setelah keberhasilan pada satu RT, program serupa akan diterapkan pada RT-RT lainnya. Harapannya, akan lebih banyak keluarga dan daerah yang mandiri, sehingga peningkatan kesejahteraan pun terwujud.

“Masyarakat Purwakarta memang harus mengarah pada gerakan baru ekonomi. Misalnya perkembangan baru di bidang peternakan, industri kreatif, industri kecil, pertanian, yang  tergantung lingkungan dan kapasitasnya wilayahnya,” ujar Kang Dedi.

Beberapa warga desa pun telah merasakan bantuan program ini. Salah satunya adalah keluarga Andi yang berasal dari Dusun Babakan, Desa Cikeris. Kepada keluarga ini, Pemkab Purwakarta  telah memberikan modal usaha berupa empat ekor domba betina, seekor domba jantan serta itik untuk dipelihara dan menjadi sumber ekonomi.

Warga lainnya yang juga mendapat bantuan adalah Iip, warga Desa Werasari, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka. Meskipun bukan warga Purwakarta, Kang Dedi tetap membantu Iip melalui program SAKU.

Bantuan itu berupa uang sebesar Rp2 juta bagi Iip untuk pulang kampung dan berusaha di kampung halamannya. Selama ini Iip merantau ke Surabaya dan bekerja sebagai penjual batagor, namun penjualannya tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

Tekad Pemkab Purwakarta di bawah kepemimpinan Kang Dedi untuk menyediakan lapangan kerja bagi warganya ini patut diapresiasi. Dalam hal ini Pemkab Purwakarta sedang menjalankan amanat konstitusi, yakni menyediakan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here