TRIBUNTRAVEL.COM – Kuliner berbalut kulit dari tepung, berisikan rebung atau bambu muda dengan cincangan daging udang kerap ditemui di Kota Semarang.

Di Bogor pun juga terdapat kuliner lumpia, namun isi hingga penyajiannya berbeda.

Kuliner yang satu ini mulai dijual sekitar tahun 1970-an di kawasan pecinan Semarang.

Salah satu pelopornya ialah nenek dari Ernes, seorang pedagang Lumpia Bogor yang sudah generasi ketiga sejak 1972.

Menurutnya kuliner Lumpia Bogor walaupun berbeda dengan Semarang, tetapi sama-sama dipengaruhi keberadaan kaum Tionghoa di masing-masing tempat.

Tak heran, perkembangan kuliner ini berasal dari daerah pecinannya.

Perkembangan kuliner tersebut meluas, hingga kini Lumpia Bogor tersebar di mana-mana, terutama kawasan kuliner hingga sekolah, dan perkantoran.

Namun, yang tertua dan masih eksis ialah Lumpia Basah Bogor Surya Kencana milik keluarga Ernes ini.

“Saat ini Lumpia Ini yang tertua, pelanggannya dari mulai nenek kakek sampe cucunya,” ujar Ernes pada KompasTravel saat mencoba lumpianya, Selasa (24/5/2016)

Ia pun masih memegang resep dan cara masak tradisional warisan neneknya, dengan memasak diatas arang, juga tidak menggunakan penyedap melainkan racikan bumbu tradisional lain.

Sumber : Tribunnews 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here