Garut – Menjelang bulan ramadhan 1438 H, para petani sayuran di Desa Kolot, Kecamatan Cigedug, Garut, Jawa Barat, memastikan pasokan sayuran aman selama bulan puasa nanti.

“Insya Allah aman, kalau sampai bulan ramadan berakhir pasokannya cukup,” ucap salah seorang petani, Enjang Badrudin (32) kepada detikcom saat ditemui di ladang miliknya, di Kampung Kolot, Cigedug, Garut, Kamis (27/4/2017).

Harga beberapa sayuran yang dijual petani kepada pengepul stabil, namun di beberapa komoditi harganya cenderung turun.

“Harga tetap sama. Namun untuk tomat turun, sekarang cuma Rp 2 ribu per kilogram, normalnya Rp 7 ribu per kilogram. Kalau cabai dari sejak ada kabar harga cabai naik di pasaran juga dari kami tetap Rp 25-28 ribu/kilonya,” katanya.
Enjang mengaku saat ini petani tomat tengah merugi, selain harga yang murah, juga tanaman terserang hama. “Hujan terus tomat jadi terserang bulukujur, jadi itu di bagian tengahnya ada lubang hitam. Kalau cabai, sama hama patek rusaknya,” ungkap Enjang.

Tidak hanya itu, para petani juga mengeluhkan harga obat-obatan untuk tanaman yang mahal.

“Harga obat-obatan mahal, sekitar Rp 100/jenis, sedangkan dalam sekali menanam kami bisa sampai delapan kali membeli enam jenis obat,” katanya.

Para petani berharap agar dinas pemerintah terkait bisa mencari solusi terkait harga obat tanaman yang dianggap terlalu mahal.

“Kalau protes masalah cuaca enggak bisa, kan itu mah sudah takdirnya. Kami cuman berharap agar pemerintah bisa cari solusi terkait harga obat tanaman,” pungkas Enjang.
(ern/ern)

Sumber : News DetikĀ 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here