Membangun perekonomian desa, sangat mungkin dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya ekonomi desa itu sendiri. Hal itu dibuktikan oleh Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dibawah kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi, Purwakarta menggalakkan  program “Budak Angon”. Melalui program ini, Bupati Dedi mengajak para pelajar untuk bisa mandiri dengan beternak hewan sejak dini.

Gerakan Budak Angon telah termaktub dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 tahun 2015 tentang Desa Berbudaya. Selain itu, Bupati yang akrab disapa kang Dedi itu juga menuangkan perihal Budak Angon itu dalam Perbup Nomor 69 tahun 2015 tentang Pendidikan Karakter.

Menurut kang Dedi, Budak Angon adalah gerakan ekonomi warga, khususnya warga pedesaan, yang juga perwujudan ideologi marhaenisme yang diajarkan Proklamator Republik Indonesia, Bung Karno.

“Program ‘Budak Angon’ ini bisa dianggap sebagai kelanjutan dari ajaran marhaenisme ala Bung Karno. Tujuan kami agar pelajar dapat menguasai sumber daya yang mereka miliki baik hari ini maupun kelak di masa depan,” ujar kang Dedi.

Lebih lanjut kang Dedi menjelaskan, esensi dari pendidikan Budak Angon adalah kemandirian pelajar dengan mengelola sumber daya yang mereka miliki. Hal ini sangat penting agar generasi muda terlatih mengolah sumber-sumber ekonomi. Muaranya, mereka dapat melahirkan nilai tambah bagi diri dan keluarganya.

Sedangkan ideologi Marhaenisme ajaran Bung Karno berintikan ajaran untuk memperjuangkan nasib kaum Marhaen, suatu golongan masyarakat yang memiliki sumber daya ekonomi sendiri namun tetap didera kemiskinan. Dan tujuan Budak Angon pun bertujuan mewujudkan kesejahteraan warga desa melalui sumber daya yang mereka miliki, selaras dengan tujuan ideologi Marhaenisme.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta mencatat sebagai manifestasi dari Budak Angon, hingga kini telah ratusan pelajar tingkat SMP dan SMA di pedesaan yang memiliki hewan ternak sendiri. Bahkan program ‘Budak Angon’ juga sudah dimasukan ke dalam pendidikan sekolah sebagai pelajaran tambahan.

Program Budak Angon yang digerakan kepemimpinan Dedi Mulyadi ini membuktikan bahwa Marhaenisme ajaran Bung Karno memang berakar dari kearifan hidup masyarakat nusantara. Dan sudah selayaknya dilaksanakan dalam kehidupan bernegara.

Penulis : Hiski Darmayana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here