Bila dicermati secara mendalam, akar penyebab munculnya aksi terorisme sangat rumit dan kompleks. Berbagai multifaktorial yang menyangkut masalah transnasional dan kehidupan politik dunia bisa jadi penyebab dan pemicu terjadinya terorisme.

 Demikian diungkapkan Direktur Informasi Jubir BIN,  Wawan Purwanto usai memberikan materi pada acara Dialog publik OSIS SMA,  tentang menangkal paham radikalisme di kalangan remaja/pelajar yang mengarah pada tindakan terorisme, di Gor SMAN 1 Garut, Selasa (25/4/2017).

Dikatakan Wawan, secara umum  adalah faktor ketidakadilan itu terjadi diberbagai belahan dunia baik secara sosial, politik, ekonomi, maupun budaya.

“Berbagai faktor ketidakadilan tersebut akan memicu faktor radikalisme. Radikalisme akan dipermudah oleh rendahnya pendidikan, kemiskinan, budaya, dan kehidupan sosial,” katanya.

Wawan menyebutkan, keterbelakangan pendidikan, perubahan politik, kemiskinan atau rendahnya peradaban budaya dan sosial seseorang akan memicu radikalisme yang berujung pada kekerasan, ekstrimisme dan terorisme.

Semua agama apa pun di dunia ini, termasuk agama Islam tidak mengajarkan kekerasan. Islam adalah agama yang penuh toleransi. Melihat kompleksitas permasalahan tersebut tampaknya terorisme bukan semata-mata masalah agama, melainkan masalah seluruh umat manusia dalam berbagai aspek.

Terorisme tergolong sebagai sebuah bentuk kejahatan, bahkan dapat dikatakan kejahatan yang terorganisir. Terorisme tentu bukan sesuatu yang muncul dari ruang hampa. Dia memerlukan kultur tertentu untuk tumbuh. Meskipun banyak faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya terorisme.

“Namun ada beberapa hal paling mendasar yang menyebabkan terjadinya terorisme, diantaranya adalah ideologi dan teologi. Kedua faktor tersebut merupakan hal yang paling fundamental dalam pergerakan terorisme,” terangnya.

Ideologi dan teologi adalah alasan untuk seseorang dalam melakukan tindakan radikal yang menguntungkan kelompoknya sendiri, tentu saja dalam sebuah aksi terorisme mereka sangat memerlukan anggota.

Diungkapnya, oleh sebab itulah melalui doktrin-doktrin radikalisme dan terorisme yang mereka ajarkan pada para anggota yang mereka rekrut.

Sumber: Fokusjabar.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here