Seorang pemimpin sejati selayaknya marah apabila warganya tidak mendapatkan hak sewajarnya. Seperti itulah yang ditunjukkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.
 
 
Pria yang akrab dipanggil kang Dedi itu marah ketika menemukan seorang warga lanjut usia (lansia) dari Desa Cipaisan, Kecamatan Purwakarta bernama Sahen (87) di kawasan pinggir Jalan Raya Bungursari pada Minggu (23/4). Nenek tersebut mengaku selama ini tidak mendapatkan beras Perelek.  
Beras Perelek merupakan beras hasil dari aktivitas pengumpulan yang dilakukan warga dengan cara menyimpannya dalam sebuah tempat di rumahnya. Setelah itu, beras-beras tersebut diambil guna dikumpulkan oleh aparatur setempat. Beras Perelek biasanya dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang kurang mampu.
 
Dedi pun tak tinggal diam. Tokoh NU Purwakarta itu langsung menelusuri sebab musabab lansia ini tidak menerima bantuan beras Perelek. Setelah mengecek langsung pada camat dan kepala desa, Dedi pun segera menghukum para aparatur tersebut karena keteledoran mereka.
 
 
Saya pun menghukum camat dan kades karena teledor, tiga bulan honornya untuk diberikan ke Nek Sahen, atau segera nikahi nenek ini. Silakan pilih, mau pilih yang mana?” tegas Dedi.
 
 
Dedi merasa geram karena ketidakmampuan bawahannya melayani warga lansia seperti nenek Sahen. Apalagi, nenek Sahen kini hidup sebatang kara.
 
 
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta dibawah kepemimpinan Dedi Mulyadi sendiri telah meluncurkan e-perelek atau elektronik perelek sejak tahun lalu. Program yang memadukan tradisi Sunda dengan teknologi modern ini bertujuan menjaga ketahanan pangan, terutama bagi warga yang tak mampu atau terkena musibah.
 
 
Progam ini menjadi bagian dari pengembangan desa budaya di Purwakarta, yang termaktub dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 tahun 2015. Namun sayangnya, sebagian pasal dalam Perbup ini, termasuk yang mengatur soal beras Perelek dibatalkan Gubernur Jawa Barat
Ahmad Heryawan pada November 2016. Kendati demikian, Pemkab dan warga Purwakarta tetap menjalankan tradisi warisan leluhur masyarakat Sunda ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here