OLIMPIADE Eropa pertama ini akan diselenggarakan pertengahan 2015 dengan 15 cabang olah raga.*

Ilustrasi/GETTY

CIBINONG, (PR).- Panitia Besar Pekan Olah Raga Daerah XIII dan Pekan Paralimpik Daerah V tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Bogor resmi dilantik, Senin 10 April 2017 sore. Ketua Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Barat Ahmad Saefudin meyakinkan konsep porda kali ini berbeda dibandingkan penyelenggaraan sebelum-sebelumnya.

“Kita ingin sasarannya jauh, yakni PON dan (kompetisi) internasional sehingga desain Porda kali ini adalah menuju Olimpiade. Miniatur PON di sini dilaksanakannya​,” kata Ahmad seusai pelantikan di Gedung Tegar Beriman Kabupaten Bogor. Karena itu, ia berharap penyelenggaraan kali ini lebih sukses bahkan menyamai kesuksesan Pekan Olahraga Nasional XIX di Jawa Barat tahun lalu.

Pemerintah provinsi diakui juga sudah optimal mendorong pemerintah daerah setempat selaku tuan rumah penyelenggara. Ahmad menjelaskan dukungannya diberikan mulai dari sumber daya manusia maupun anggaran yang dibutuhkan. Ia mengapresiasi upaya koordinasi yang dibangun pemerintah daerah dan provinsi hingga mempercepat persiapan penyelenggaraannya.

Salah satu bentuk keseriusan pemerintah daerah menurut Ahmad ditunjukkan lewat rencana pembangunan dua venue laga tangkas dan satria khusus digunakan pada Porda dan Peparda kali ini. Keseriusan pemerintah daerah setempat diharapkan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Indikator kesuksesan penyelenggaraan acara serupa menurutnya adalah antusiasme dan motivasi panitia penyelenggara dan masyarakat setempat.

Bupati Bogor, Nurhayanti menjelaskan target kesuksesan Porda XIII dan Peparda V di Kabupaten Bogor, Oktober 2018 mendatang dikelompokkan dalam lima poin yang disebut “panca sukses”. Ia menyebut kesuksesan pertama yang ingin diraihnya adalah sukses penyelenggaraan lewat dukungan infrastruktur, sumber daya manusia dan unsur penyelenggara lainnya.

Poin kedua yang jadi targetnya adalah sukses prestasi yang ditentukan lewat raihan medali kontingen tuan rumah. Ia juga berharap kemampuan para atlet daerahnya bisa ikut mengharumkan nama Jawa Barat dalam kompetisi serupa di tingkat nasional maupun internasional. “Saat PON Jawa Barat 2016, Kabupaten​ Bogor menyumbangkan kurang lebih 56 dari 217 medali emas Jawa Barat. Mudah-mudahan Kabupaten Bogor juga kahiji di Porda dan Peparda,” katanya.

Selain itu, target kesusksesan yang ingin diraihnya adalah sukses ekonomi kerakyatan. Lewat penyelenggaraan kompetisi olah raga terbesar di Jawa Barat itu, Nurhayanti menginginkan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ia mengaku akan melibatkan para pelaku usaha khususnya usaha mikro kecil menengah yang jumlahnya mencapai ribuan, dalam event tersebut.

Yang tak kalah penting menurut Nurhayanti adalah kesuksesan dalam hal administrasi terutama di era transparansi dan akuntabilitas nasional saat ini. “Dan yang terakhir, sukses budaya. Kami berupaya menampilkan kekayaan seni budaya dan pariwisata di Kabupaten Bogor memanfaatkan momentum tersebut,” katanya mengakhiri penjelasannya tentang panca sukses Porda dan Peparda kali ini. Ia mengusulkan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp250 miliar pada pemerintah provinsi saat Musyawarah Rencana Pembangunan secara virtual Senin pagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Bogor Yusuf Sadeli menjelaskan persiapan daerahnya menyelenggarakan Porda dan Peparda 2018 mendatang. Ia menyebutkan rencana pembangunan dua venue cabang olahraga telah masuk tahapan​lelang dan diharapkan selesai sebelum memasuki 2018 nanti. Meski akan membangun venue baru di kawasan Stadion Pakansari, ia mengakui sebanyak lima cabang olahraga diselenggarakan di luar daerahnya.

Kelima cabang tersebut adalah squash dan subcabang renang yang akan dipertandingkan di Kota Bandung, menembak dan balap sepeda di Cimahi dan bowling di Kota Bogor. “Sementara ada 37 cabang olah raga yang akan dipertandingkan nanti dengan jumlah 747 kelas atau nomor pertandingan. Nanti bisa saja berubah,” kata Yusuf seusai pelantikan. Lebih lanjut, ia juga telah berkoordinasi dengan pihak lain seperti 19 rumah sakit rujukan di sekitar venue dan 33 hotel atau wisma untuk para kontingen daerah lain.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/olah-raga/2017/04/10/target-porda-jabar-2018-untuk-olimpiade-398627

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here