Kabar dari Garut itu bikin banyak orang mengusap dada. Seorang anak dan menantu menggugat ibu kandung sendiri sampai Rp 1,8 Miliar.

Awal mulanya anak keenam Siti Rokayah (83) meminjam uang pada saudarinya, Yani Suryani, Rp 42 juta. Nah, Siti Rokayah bersedia menandatangani surat rumahnya sebagai jaminan. Dari 42 juta itu, baru 22 juta yang dibayar. Hingga masih ada sisa utang Rp 20 juta.

Namun entah kenapa tiba-tiba Yani Suryani putrinya, dan suami, Handoyo Adianto menggugatnya senilai Rp 1,8 miliar. Keduanya beralasan jumlah Rp 1,8 M itu adalah bunga hutang.

Keluarga besar Siti Rokayah berniat membayar utang itu Rp 120 juta. Namun Yani dan Handoyo menolak. Mereka bersikeras keluarga harus membayar Rp 1,8 miliar. Keduanya membawa kasus ini ke jalur hukum perdata.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang mendengar kabar tersebut langsung bertolak ke Garut menemui Siti Rokayah. Pada wanita yang dipanggil Amih ini, Dedi menyatakan siap menjadi kuasa hukum. Dedi akan melawan balik putri dan menantu yang berani menggugat Amih sampai Rp 1,8 miliar.

Dedi mengaku terenyuh melihat kasus ini. Bagaimana mungkin seorang anak tega menuntut ibu yang membesarkan 13 anaknya sendirian berpuluh-puluh tahun.

Dedi berjanji akan menggunakan pendekatan kekeluargaan. Tapi dia juga tidak gentar jika sampai akhir Yani dan Handoyo memaksa lewat jalur hukum. Dedi malah akan menggugat balik keduanya menggunakan pasal pemerasan.

“Persoalannya karena tidak logis kalau utang ibu ini ke anaknya Rp 20 juta, jadi harus membayar Rp 1,8 miliar. Meskipun dengan dalih penghitungan harga emas, itu bisa dituntut pemerasan. Kalaupun harus membayar sesuai dengan utangnya, saya sudah siapkan,” jelas Dedi di Garut, Minggu (26/3).

Dedi sendiri mengaku tak ada motif politis di balik bantuannya ini. Apalagi saat ini banyak yang menyebut Dedi akan berlaga di Pilkada Jawa Barat.

Dedi mengungkapkan alasan di balik ikhtiar dirinya membantu Amih. Atas kasus yang membelit perempuan 85 tahun itu, dia teringat perjuangan ibunya.

“Perjuangan seorang Ibu itu tidak akan pernah tergantikan. Siapa pun yang berani melawan Ibu, akan saya bela,” tegas Dedi.

Siti Rokayah atau Amih pun berterima kasih atas bantuan Dedi. Dia mengaku lebih tenang dengan adanya bantuan ini. Amih hanya meminta kasus ini selesai secara kekeluargaan dan anak-anaknya dapat berkumpul lagi.

Amih mengaku masih terus mendoakan anak dan menantunya agar sadar dan tak memperpanjang saja. Dia mengaku berdoa setiap salat wajib dan tahajud.

“Saya selalu mendoakan agar saleh, disadarkan,” kata Siti Rokayah di kediamannya, Muara Sanding.

Asep Yana (53), menantu Amih dari anak bungsunya, Leni Nuraeni mengatakan Yani beserta suaminya Haryanto sudah mengetahui Dedi ditunjuk sebagai kuasa hukum. Dia menyebut saudaranya ketakutan mendengar berita itu.

“Setelah saudara kami yang menuntut Ibu itu mendengar bahwa Kang Dedi akan menjadi kuasa, sepertinya dia ketakutan. Sudah ramai juga di media kan, kami berharap Kang Dedi bisa mengupayakan ishlah (damai),” kata Asep.

Setelah ada kesanggupan dan niat baik dari Bupati Dedi, keluarga mengaku tenang dan sedikit lega. Bahkan raut kebahagiaan terlihat dari Siti Rokayah alias Mak Amih. Dia berharap masalahnya di pengadilan segera selesai agar bisa berkonsentrasi dalam pemulihan kesehatannya.

“Alhamdulillah Kang Dedi mau bantu, Emak mah mau cepat selesai. Emak capek apalagi setelah ada masalah ini banyak wartawan datang meminta wawancara,” tutupnya.

Sumber:

https://www.merdeka.com/peristiwa/geramnya-bupati-dedi-sampai-lawan-anak-yang-gugat-ibu-rp-18-m.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here