Sekolah yang bagus adalah sekolah yang IT-nya maju. Namun, IT jangan sampai merusak budaya Bali, justru harus memperkuat budaya bangsa.

Penegasan itu disampaikan Sekretaris YPLP Kota PGRI Denpasar, IGB Wiadnyana, M.M.,M.Si., saat membuka Fourgriska IT Competition (FITC) ke-8 tingkat SMP se-Bali yang digelar SMK PGRI 4 Denpasar, Senin (30/1/2017).

FITC 2017 yang ke-8 dibuka ditandai dengan penekanan tombol dan penyerahan piala bergilir dari Kepala SMK PGRI 4 Denpasar Drs. I Ketut Suarya, M.Pd. selanjutnya diserahkan kepada Sekretaris YPLP Kota PGRI Denpasar, IGB Wiadnyana, M.M.,M.Si.

Wiadnyana mengatakan FITC yang ke-8 ini  menunjukan SMK PGRI 4 Denpasar semakin meningkat kualitasnya. Ini prestasi luar biasa bagi SMK PGRI 4 Denpasar untuk mengemban kepercayaan masyarakat.

Wiadnyana yang juga Ketua Komite SMK PGRI 4 Denpasar juga mengakui SMK PGRI 4 Denpasar termasuk sekolah yang paling lengkap dari segi fasilitas. Lab dan sarananya bertaraf hotel bintang empat serta ber-ISO.  Bahkan kini sekolah ini memiliki gong mabarung dan alat musik.

Makanya dia setuju sekolah di Jl. Kebo Iwa Selatan ini kini fokus pada pelayanan dan PBM berkualitas sebab dikelola oleh SDM  profesional di bidangnya. Sebagai sekolah cluster, SMK PGRI 4 ada di puncak tangga dan wajib membina sekolah lain termasuk sekolah negeri.

Dia menekankan kemajuan IT  di SMK PGRI 4 Denpasar  dipakai untuk memperkuat pendidikan karakter. Makanya ia juga bangga  FITC adalah hasil kreativitas anak-anak Fourgriska.

Kasek Ketut Suarya mengungkapkan Fourgriska IT Competiton merupakan agenda rutin tahunan OSIS SMK PGRI 4 Denpasar untuk memotivasi kreativitas generasi muda dalam mengaplikasikan sofwear, menuangkan  gagasan, ide kreatif  dan SDM yang melek di bidang IT.

Kali ini FITC berlangsung selama dua hari dibarengi dengan pameran pendidikan. FITC 2017 diikuti 216 siswa  dari 17 SMP se- Bali. Lomba  meliputi :  Microsoft Word, Excel, Power Point dan Adobe pPhotoshop.

Kasek Ketut Suarya menambahkan FITC ini sepenuhnya dikelola OSIS SMK PGRI 4 Denpasar bersama Fourgriska Technology Club sekaligus dipakai media sosialisasi keberadaan sekolah yang membuka program keahlian dalam pariwisata (akamodasi perhotelan), jasa boga dan Multi Media (MM). Suarya menambahkan semua prodi di SMK PGRI 4 Denpasar terakreditasi A. Tahun 2010, SMK PGRI 4 Denpasar  menjadi sekolah aliansi tingkat nasional. Yang luar biasa SMK PGRI 4 Denpasar ditunjuk sebagai sekolah kemitraan keluarga nasional hanya bersama SMKN 4 Denpasar di Bali.

Ketut Suarya menambahkan para juara disiapkan kursi gratis dan beasiswa  serta diskon uang gedung.  Khusus untuk lulusan SMP PGRI  dan warga Padagsambian diberikan keringanan uang bangunan hingga 40 persen. Ia menambahkan lomba ini ternyata afektif karena semua juara dan peserta yang ikut sebagian besar melanjutkan studi di SMK PGRI 4 Denpasar.

Pembukaan dihadiri Ketua Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nyoman Winata,M.Hum., dan Pembina SMK PGRI 4 Drs. I Made Bandung.

Sumber : http://baliportalnews.com/2017/01/kemajuan-it-jangan-sampai-merusak-budaya/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here