Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, kerugian yang diderita akibat perusakan empat patung pada Minggu kemarin mencapai Rp345 juta.

Dedi, saat ditemui di ruang kerjanya di Gedung Kembar, Jalan Cornel Singawinata, Purwakarta, Senin (19/9/2011), mengatakan empat patung tersebut dibangun menggunakan anggaran daerah 2009, 2010, dan 2011.

Dia melanjutkan, untuk sementara patung-patung yang hancur tidak akan dibangun penggantinya. Pasalnya, tidak ada anggaran lagi untuk tahun ini untuk membangun patung.

Selain itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan pihak seni rupa Institut Teknologi Bandung (ITB) terkait kesesuaian jenis patung dan lokasinya. Hal ini menurutnya untuk mengantisipasi agar tidak terjadi pengerusakan seperti terjadi kemarin.

“Mungkin untuk kembali dibangun di anggaran 2012 dengan format yang sebelumnya akan dibicarakan dengan pihak ITB mengenai masalah estetika. Nilai apa yang tepat di Purwakarta,” jelas Dedi.

Sementara itu terkait proses penyelidikan, Dedi menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke Kepolisian.

Dedi mengaku tidak tidak akan bersepekulasi dengan menuding siapa dalang di balik perusakan. Dia juga menolak berkomentar terkait unsur politik di balik kasus ini.

“Saya minta pihak Kepolisian untuk menindaklanjuti, saya spercaya polisi bisa mengusut tuntas kasus ini,” ungkapnya.

Ada empat patung yang dirusak dari total 10 patung di Purwakarta, yakni patung Semar dan Gatot Kaca yang berlokasi di Jalan Basuki Rahmat, patung Bima di Jalan Ibrahim Singadilaga, dan patung Antareja di Jalan RE Martadinata.

Sumber:

http://news.okezone.com/read/2011/09/19/340/504240/4-patung-dihancurkan-di-purwakarta-senilai-rp345-juta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here